APA ITU HIPMALA?
(What Is Lampung Student Associationin)
Oleh : Sairul Sidiq, SH.*
A. SELAYANG PANDANG
Provinsi Lampung merupakan provinsi paling Selatan dari pulau Sumatera. Dalam catatan perjalanan cina purbakala, menyebutkan adanya suatu tempat di Sumatera yang mereka sebut Lam-Phung yang berarti ”Bumi dari Angin Selatan dalam literatur asing yaitu The Land Of Sourtherly Wind”. Penduduk Lampung terdiri dari berbagai macam suku bangsa ini merupakan bukti bahwa Lampung merupakan perwujudan dari Bhineka Tunggal Ika, ini juga merupakan bukti bahwa penduduk Lampung Pribumi memiliki keterbukaan dalam pergaulan hidup yang tercermin dalam filosofis masyarakat lampung yaitu Nemui Nyimah yang berarti suatu keharusan berlaku saling hormat sesama anggota masyarakat dan menghormati tamu (pendatang).
Prinsip hidup tersebut di atas bukan hanya milik para punyimbang atau sebatin saja melainkan telah terpatri, mendarah dan mendaging dalam kehidupan masyarakat secara umum tidak terkecuali masyarakat pendatang baik yang tua maupun yang muda pepadun ataupun pesisir. Sebagai kelompok pemuda yang dihimpun dalam suatu wadah, sadar dan faham akan peran atas dirinya baik sebagai duta orang tua untuk belajar maupun putra daerah untuk mempromosikan budayanya maka kegiatan dan aktifitas yang dilakukanpun beranekaragam.
Berikut ini akan di kemukakan tentang apa itu HIPMALA? dalam acara Musyawah Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Lampung Yogyakarta 2008.
(What Is Lampung Student Associationin)
Oleh : Sairul Sidiq, SH.*
A. SELAYANG PANDANG
Provinsi Lampung merupakan provinsi paling Selatan dari pulau Sumatera. Dalam catatan perjalanan cina purbakala, menyebutkan adanya suatu tempat di Sumatera yang mereka sebut Lam-Phung yang berarti ”Bumi dari Angin Selatan dalam literatur asing yaitu The Land Of Sourtherly Wind”. Penduduk Lampung terdiri dari berbagai macam suku bangsa ini merupakan bukti bahwa Lampung merupakan perwujudan dari Bhineka Tunggal Ika, ini juga merupakan bukti bahwa penduduk Lampung Pribumi memiliki keterbukaan dalam pergaulan hidup yang tercermin dalam filosofis masyarakat lampung yaitu Nemui Nyimah yang berarti suatu keharusan berlaku saling hormat sesama anggota masyarakat dan menghormati tamu (pendatang).
Prinsip hidup tersebut di atas bukan hanya milik para punyimbang atau sebatin saja melainkan telah terpatri, mendarah dan mendaging dalam kehidupan masyarakat secara umum tidak terkecuali masyarakat pendatang baik yang tua maupun yang muda pepadun ataupun pesisir. Sebagai kelompok pemuda yang dihimpun dalam suatu wadah, sadar dan faham akan peran atas dirinya baik sebagai duta orang tua untuk belajar maupun putra daerah untuk mempromosikan budayanya maka kegiatan dan aktifitas yang dilakukanpun beranekaragam.
Berikut ini akan di kemukakan tentang apa itu HIPMALA? dalam acara Musyawah Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Lampung Yogyakarta 2008.
B. APA ITU HIPMALA?
1. Sejarah Singkat HIPMALA
Untuk menjawab pertanyaan sederhana di atas bukan merupakan pekerjaan yang gampang tetapi membutuhkan waktu dan penjelasan yang cukup panjang. Mau tidak mau kita harus memulainya dengan membuka catatan sejarah yang dimulai dari tahun 1952. Jelas bahwa tahun ini Lampung sendiri pun secara administrasi pemerintahan belum menjadi provinsi tetapi masih merupakan bagian dari Karsidenan Sriwijaya (Provinsi Sumatera Selatan), pada tahun 1964 barulah lampung di angkat statusnya menjadi provinsi, berdasarkan Undang-undang No.14 Tahun 1964.
Namun demikian sejumlah mahasiswa dan mahasiswi yang berasala dari lampung berkisar pada tahun 1952 menjalin sebuah kominikasi, sebagai perwujudan dari rasa senasib dan seperjuangan dan berasal dari daerah yang sama yang diwadahai dalam ikatan organisasi yang bernama “Keluarga Pelajar Lampung”. Dalam perjalanannya seirma dengan dinamika telah terjadi beberapa kali pergantian kepengurusan semenjak tahun 1952-1988. Beberapa para mantan Ketua Umum Keluarga Pelajar Lampung yang tercatat dan teringat jelas pernah menjabat diantaranya; Komisaris Besar Polisi Drs. Pun Edwar Syah Pernong, SH, MH, Abang Mu’as Munjiri, Abang Sukardiansyah. Tahun 1988-1989; Bang As At Bastari. Tahun 1989-2004 Abang Jasril Anwar, SE.
Kegagalan dalam proses regenerasi jangan sampai terulang kembali, sejarah mencatat kegagalan regenerasi pada tahun 1992 menyebabkan HIPMALA mati suri dan hampir mati total. Bersyukurlah pada era 2000-an hingga 2003 para aktifis dari Lampung yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di berbagai kampus baik sebagai Presiden Mahasiswa atau pengurus lainnya memprakarsai untuk membangunkan HIPMALA yang mati suri sehingga hidup, sembuh dan dapat bergerak lagi pada tahun 2004 yang diketuai Sdr. Endy Fatoroni, ST. Bak menghirup angin segar kegiatan pun mulai menyibukan pengurus bahkan pada pengukuhan dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Drs. Sjahroedin ZP, SH. Namun na’as pengalaman pahit hampir terulang kembali karena yang bersangkutan hanya menjalankan amanah yang diembankan kepadanya selama kurang lebih 6 bulan. Kembali HIPMALA mengalami kekosongan kepemimpinan yang akhirnya diangkat Pjs. Sdr. Imam Subkhi, SH. Sejarah berlanjut sehingga sampai pada awal tahun 2005 mantan “Presiden Mahasiswa UAD” yang dalam hitungan minggu akan meraih garis finish studinya, mau tidak mau harus menunda prosesi yang sangat diagungkan oleh semua mahasiswa yaitu Wisuda sampai dengan 1,5 tahun kemudian karena diamanahi sebagai puncak pimpinan organisasi yang sedang sakit ini sampai pada terpilihnya Sdr. Yanto pada periode berikutnya.
Berdasarkan pada cerita singkat di atas sekaligus sebagai orang yang pernah merasakan pahit, ketir, manis dan indahnya perjuangan sebagai seorang ketua dalam kesempatan ini saya menyampaikan; Pertama, mengajak kepada saudara-saudaraku seperjuangan untuk sama-sama kembali merenungtkan dan menghayati makna sebuah kalimat yang kini menjadi slogan kita “Demimu Lampungku Padamu Bhaktiku” kalimat inilah yang mengalahkan egoisme dan apatisme saya terhadap HIPMALA sehingga berkenan menjadi ketua periode 2005-2006 hasil dari Musyawarah Besar 2005. Kedua, Dalam Musyawarah Besar pada akhir satu periode marilah kita menggunakan metode evaluasi kritik otokritik atau kritik untuk membangun dengan melihat pada apa yang sudah saya perbuat barulah memberikan penilaian dari apa yang telah dia perbuat dengan mengajukan sebuah solusi dan saran. Ketiga, Himpunan Pelajar Mahasiswa Lampung telah banyak melahirkan pemimpin-pemimpin yang besar, berhasil dan sukses tetapi saat ini organisasi yang besar ini sedang membutuhkan orang-orang yang berjiwa besar, peduli dan memiliki visi dan misi untuk membangun perahu ini agar menjadi lebih besar dan semakin harum namanya.
2. Pengertian Organisasi HIPMALA
Himpunan Pelajar Mahasiswa Lampung adalah Organisasi yang menghimpun seluruh pelajar dan mahasiswa asal lampung yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam satu wadah yang diikat dengan tali persaudaraan yang berasaskan kekeluargaan dan kebersamaan dengan rasa senasib seperjuangan berasal dari kampung halaman yang sama yaitu Lampung. Dengan penjelasan lebih lanjut sebagai berikut;
- Dikatakan organisasi oleh karena, Pengertian dari organisasi itu sendiri adalah koordinasi dari semua kegiatan oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan yang sama yang harmonis (system kerjasama) melalui pembagian pekerjaan dan manfaat melalui sistem kewenangan dan kerjasama. Dalam istilah lain organisasi juga dikatakan sebagai bentuk setiap perserikatan manusia mencapai suatu tujuan bersama, (James D Mooney). Menurut Hebert A Simon organisasi adalah struktur kewenangan dan hubungan sekelompok orang dalam system administrasti.
- Menghimpun seluruh Pelajar dan Mahasiswa asal Lampung di DIY oleh karena yang dihimpun adalah secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan suku, agama, kaya atau miskin yang terpenting adalah memiliki kepedulian dan memiliki rasa memiliki akan Lampung bumi “Sang Bumi Ruwa Jurai”.
- Berasaskan kekeluargaan oleh karena untuk menetralisir dari adanya kepentingan-kepentingan perseorangan atau kelompok organisasi tertentu berkaitan dengan kepentingan politik.
3. Kegiatan HIPMALA
Secara umum kegiatan Himpunan Pelajar Mahasiswa Lampung Yogyakarta dapat dikelompokkan sebagai berikut;
o Bidang Budaya dan Pariwisata; ini merupakan tugas utama sebagai duta daerah selalu mempromosikan potensi pariwisata dan kebudayaan daerah Lampung dalam setiap kesempatan.
o Bidang Agama; aktif dan rutin dalam penyelenggaraan PHBI.
o Bidang Sosial; sensitive terhadap kegiatan-kegiatan yang bersifat social diantaranya; mengirim relawan pada tsunami di Aceh, membentuk team relawan gampa bumi DIY, Bakti sosial.
o Minat dan Bakat; juga merupakan media untuk mengangkat dan mengharumkan nama Lampung baik melalui sepak bola, bola volly dan kesenian.
o Pendidikan; aktif dalam berbagai seminar, dialog dan diskusi baik sebagai peserta maupun sebagai penyaji.
4. Tujuan Pembentukan HIPMALA
Pada awalnya perkumpulan ini hanya ditujukan sebagai media berkumpul, interakasi dan komunikasi serta penawar rindu akan kampung halaman khususnya keluarga dan kedua orang tua. Karena perkembangannya maka tujuan HIPMALA dapat dirumuskan yaitu;
o Peningkatan Kemampuan Intelektualitas; biasanya dilaksanakan dengan mengadakan kegiatan diskusi kelompok yang sederhana dengan membahas permasalahan-permasalahan yang actual.
o Peningkatan Kemampuan Kepemimpinan; karena HIPMALA merupakan media untuk melahirkan pemimpin-pemimpin baru sebagai proses pengkaderan melalui berbagai kegiatan dalam bentuk kepanitiaan.
o Peningkatan Kemampuan Manajemen; Manajemen adalah kegiatan pemimpin untuk menggerakkan orang dalam proses perancangan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan atas kegiatan-kegiatan anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya guna mencapai tujuan yang telah direncanakan dengan efektif dan efisien.
o Peningkatan Sensitif Sosial oleh karena diharapkan semua anggota HIPMALA memiliki jiwa social yang tinggi terhadap permasalahan-permasalahan social yang ada dalam masyarakat.
5. Sumber Pendanaan HIPMALA
Pendanaan HIPMALA yang diperoleh secara permanent (anggaran tetap) tidak ada melainakan diperoleh melalui usulan dalam bentuk proposal yang di ajukan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Lampung baik bersifat semesteran, tahuanan maupun setiap unit kegiatan. Sumber pendanaan lainnya juga diperoleh dari berbagai donator dan Alumni HIPMALA yang sifatnya sukarela dan tidak mengikat.
C. PENGEMBANGAN HIPMALA KEDEPAN
Organisasi di manapaun dalam bentuk apapun memiliki satu kesamaan yaitu ”Sebuah Tradisi yaitu Re Organisasi”, tidak terkecuali Himpunan Pelajar Mahasiswa Lampung Yogyakarta yang merupakan organisasi kedaerahan juga memiliki tradisi itu. Tradisi ini ditujukan sebagai kegiatan pengkaderan dan regenerasi khususnya untuk melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang memiliki kecerdasan intelektual dan pemikiran-pemikiran brilian sebagai nahkoda dari organisasi yang tercinta ini.
Untuk mengembangkan HIPMALA dimasa mendatang perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
Merekontruksi kembali atau memperbaharui Visi dan Misi HIPMALA. Visi adalah kategori niat menyeluruh, berfikiran tentang masa depan dan merupakan aspirasi masa datang tanpa menyebut cara pencapaiannya. (Miller dan Des 1996). Dengan kata lain visi adalah gambaran mental tentang kondisi masa depan yang mungkin dan diharapkan terjadi pada sebuah organisasi. Sifat visi adalah memaksa tetapi menggairahkan, memiliki daya tarik dan memerlukan penjelasan lebih lanjut. Sedangkan Misi adalah tujuan yang realitas, idaman dan dapat membangkitkan semangat juang. Seorang pemimpin bukanlah menjadi ahli sendirian (one man show) dalam menciptakan arah tujuan organisasi, tetapi dia harus mampu menularkan semangat dan kemampuannya sehingga bukan saja pemimpin yang visioner tetapi organisasinya visoner juga. (Visi tanpa tindakan adalah mimpi, Tindakan tanpa visi hanyalah buang waktu tetapi visi dengan tindakan dapat merubah dunia).
Memiliki ciri khas dan sistem yang tersendiri. Sistem adalah kesatuan sejumlah sarana yang berkaitan satu dengan yang lainnya dan secara bersama-sama mengolah rangsang (masukan, input) yang berasal dari lingkungan untuk menghasilkan suatu reaksi (output). Berdasarkan definisi tersebut dapat kita gambarkan dalam satu kesatuan sistem terdiri dari;
o Perencanaan; pemilikan dan penentuan tujuan organisasi dan penyusunan strategi dan kebijaksanaan.
o Pengorganisasian; penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan, menyusun organisasi kelompok, penugasan wewenang dan tanggung jawab serta koordinasi.
o Penyusunan personalia; melalui seleksi, latihan, pengambangan, penerapan orientasi. Harus mampu menciptakan formulasi kepengurusan baru yang akomodatif, solid dan seimbang.
o Pengarahan; dapat dilakukan dengan memberi motivasi, komunikasi merupakan keterampilan dari gaya kepemimpinan yang bermuara pada Tut Wuri Handayani, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso.
o Pengawasan; penetapan standar, pengukuran pelaksanaan dan pengambilan tindakan korektive (evaluatif).
Perlunya peningkatan pemahaman tentang kepemimpinan oleh anggota dan pengurus HIPMALA. Istilah kepemimpinan berasal dari kata dasar ”pimpin” yang artinya bimbing atau tuntun. Dari kata ”pimpin” lahirlah kata kerja ”memimpin” yang artinya membimbing atau menuntun dan kata benda artinya ”pemimpin” yaitu orang yang berfungsi memimpin, atau orang yang membimbing atau menuntun. Kepemimpinan adalah sesuatu yang melekat pada diri si pemimpin dan oleh karenanya kepemimpinan itu dikaitkan dengan pembawaan kepribadian (personality), kemampuan (ability) dan kesanggupan (capability) yang mana kesemuanya itu mengarah pada ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu. Ciri pemimpin yang ideal harus memiliki ciri dan sifat sebagai berikut; a) Kredibilitas (memiliki kemampuan yang handal), b) Aceptabilitas (dapat diterima dilingkungan), c) Integritas (kepribadian dan moralitas yang utuh), d) Visi (pandangan jauh kedepan), e) Konsep (program dan arah kebijakan yang jelas); f) Mampu Berkomunikasi; g) Terbuka, Proaktif, Kaya Inisiatif, Memberi Insentif, Teguh dalam Prisnip, Menerima Saran dan Berorientasi pada tujuan; h) Mengawasi.
D. PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami sajikan dalam ”Musyawarah Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Lampung Yogyakarta 2008” semoga melalui MUBES ini dapat membawa angin segar bagi organisasi yang tercinta ini. Akhirnya andaikata dalam kami menyajikan makalah ini kurang berkenan dihati para peserta sekalian khususnya Panitia Penyelenggara kami haturkan Permohonan Maaf yang sebesar-sebesarnya.
ยช Pemakalah adalah Mahasiswa Program Pascasarjana Magister Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada Jurusan Hukum Pidana makalah disampaikan pada MUBES HIPMALA Yogyakarta 2008.





